Mimpi Gagal Usai Ditipu, Khairun Nisa Nekat Nyamar Jadi Pramugari Cahaya Cinta, January 17, 2026January 22, 2026 Mimpi Khairun Nisa Pupus Usai Tertipu hingga Nekat Menyamar Jadi Pramugari Polisi Mengungkap Nisa Tertipu Janji Lolos Rekrutmen Pramugari Polisi mengungkap awal mula Khairun Nisa nekat menyamar sebagai pramugari Batik Air setelah menjadi korban penipuan berkedok rekrutmen kerja. Kasus ini terungkap setelah aksinya viral dan menimbulkan perhatian publik. Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Yandri Mono menjelaskan Nisa merupakan warga Palembang yang datang ke Jakarta dengan izin orang tuanya untuk mendaftar sebagai pramugari. Setibanya di Jakarta, Nisa bertemu seseorang yang mengaku mampu meloloskannya menjadi pramugari dengan syarat menyerahkan sejumlah uang. Pelaku Menipu dengan Meminta Uang Rp 30 Juta Yandri menyebut Nisa diminta menyerahkan uang sebesar Rp 30 juta sebagai bagian dari proses masuk pramugari. Korban percaya karena tergiur janji cepat bekerja di maskapai penerbangan. Namun setelah uang diserahkan, janji tersebut tidak pernah terealisasi. Pelaku yang menjanjikan pekerjaan itu kemudian tidak dapat lagi dihubungi. Polisi menegaskan Nisa pada dasarnya merupakan korban penipuan dengan modus klasik rekrutmen kerja palsu. Rasa Malu Membuat Nisa Berpura-pura Sudah Bekerja Setelah menyadari dirinya tertipu, Nisa dilanda rasa malu dan takut mengecewakan ibunya yang telah mendukung penuh niatnya bekerja sebagai pramugari. Dalam kondisi tertekan tersebut, Nisa memilih mengaku kepada keluarga bahwa dirinya telah diterima bekerja. Untuk menguatkan kebohongan itu, Nisa membuat unggahan palsu di media sosial seolah-olah sedang menjalani profesi pramugari. Unggahan tersebut bertujuan agar keluarga dan kerabat mempercayai pengakuannya. Polisi Mengimbau Publik Tidak Percaya Jalur Instan Yandri mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan yang menjanjikan kelulusan instan dengan imbalan uang. Ia menegaskan seluruh proses rekrutmen pramugari harus dilakukan melalui jalur resmi dan tanpa pungutan biaya. Polisi berharap kasus ini menjadi pelajaran agar masyarakat lebih waspada terhadap penipuan berkedok lowongan kerja, khususnya di sektor penerbangan yang memiliki prosedur ketat dan transparan. Business Khairun Nisa pramugari gadungan