Mantan Pejabat Bank Hong Kong Raup Rp43 Miliar dari Proyek Afrika Rekayasa Cahaya Cinta, August 12, 2025August 12, 2025 Leung Ho-yin dan Rekan Terbukti Menipu Investasi Jepang Lewat Proyek Fiktif Afrika beritapenipuan.id – Leung Ho-yin, mantan relationship manager Standard Chartered Bank Hong Kong, mengakui keterlibatannya dalam skema penipuan terhadap investor Jepang. Ia bersekongkol dengan Woo Man-ho, Chan Tak-ching, dan penasihat keuangan Law Man-fai untuk menawarkan proyek palsu di Afrika. Mereka berhasil memikat korban menyetor lebih dari ¥400 juta (sekitar Rp 43,6 miliar), dengan nilai tukar Rp 109 per yen The Standardicac.org.hk. Dokumen Palsu Dipakai untuk Meyakinkan Investor Kelompok ini menyebarkan dokumen palsu seperti bukti dana resmi, perjanjian pengembalian, dan CRPN (Corporate Refund Promissory Note), bahkan mencantumkan nama Standard Chartered Bank, padahal bank itu tidak pernah menerbitkannya. Leung dan timnya juga memalsukan aset senilai €3,3 miliar yang diklaim milik seorang warga Thailand, namun ternyata tidak ada rekening seperti itu di bank terkait The Standardicac.org.hk. Sindikat Internasional Tersebar ke Beberapa Negara Penyelidikan ICAC mengonfirmasi bahwa sindikat melibatkan jaringan di Zambia, Korea Selatan, Thailand, dan Jepang. Masing‑masing anggota memainkan peran berbeda—mulai membuat dokumen palsu hingga memberikan kesan meyakinkan. Strategi multinasional ini memperkecil peluang korban melakukan verifikasi langsung terhadap klaim investasi The Standardicac.org.hk. ICAC Bergerak, Tuntutan Resmi Dilayangkan Komisi Anti Korupsi Hong Kong (ICAC) melakukan penyelidikan intensif dan menuntut Leung atas dua dakwaan konspirasi penipuan. Ia mengaku bersalah di pengadilan, sementara para terdakwa lainnya sebelumnya telah mengaku bersalah. Persidangan resmi selanjutnya dijadwalkan pada 23 Oktober mendatang. ICAC juga mengamankan berbagai barang bukti, termasuk dokumen palsu dan catatan transaksi internasional icac.org.hk. Investor Global Harus Verifikasi Dokumentasi Resmi Kasus ini menjadi peringatan penting: investor wajib melakukan verifikasi atas dokumen yang diklaim berasal dari institusi kredibel. Banyak penipu memanfaatkan reputasi bank besar untuk menciptakan kesan keabsahan. Dengan demikian, kewaspadaan dan verifikasi mendalam menjadi kunci utama untuk menghindari kerugian finansial besar. Meta Informasi Meta Deskripsi:Leung Ho-yin dan rekan terbukti menipu investor Jepang melalui proyek investasi Afrika palsu senilai ¥400 juta. ICAC menangani kasus ini dengan bukti dokumen dan penyitaan internasional. Kata Kunci Frasa Utama:Leung Ho-yin penipuan investasi, arisan Afrika palsu, dokumen palsu Standard Chartered, ICAC penipuan Hong Kong Slug URL:/leung-ho-yin-penipuan-investasi-jepang-africa-icac-2025 Business arisan Afrikadokumen Standard Chartered palsuHong KongICACLeung Ho-yin