Marak Penipuan Online, Komdigi: Sebagus Apapun Regulasi dan Teknologi, Kuncinya Ada pada Manusia Cahaya Cinta, January 8, 2026 Komdigi Tegaskan Pentingnya Literasi Digital untuk Cegah Penipuan Online Purwokerto, Jawa Tengah – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menekankan perlunya peningkatan literasi digital di kalangan mahasiswa untuk menghadapi maraknya penipuan online yang semakin kompleks. Plt Direktur Ekosistem Media Kementerian Komdigi, Farida Dwi Maharani, menyampaikan hal ini dalam acara Insight Talks bertema “Deteksi Cepat Scam: Cegah Penipuan di Media Sosial, E-Commerce, dan Perbankan” di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Jumat (5/12/2025). Edukasi Digital Kunci Perlindungan Diri Farida menjelaskan bahwa fenomena penipuan digital kini dekat dengan kehidupan masyarakat dan sering terjadi tanpa disadari korban. Ia menekankan bahwa edukasi literasi menjadi kunci utama untuk melindungi diri dari kejahatan siber. “Semua orang bisa mengalami fenomena ini, disadari atau tidak. Oleh karena itu, literasi digital kepada masyarakat sangat penting. Mahasiswa dan dosen diharapkan menyebarkan pengetahuan ini ke lingkungan masing-masing,” ujarnya. Farida menambahkan bahwa regulasi dan teknologi saja tidak cukup jika pengguna tidak mengubah perilaku digitalnya. “Sebagus apa pun regulasi dan teknologi, kuncinya tetap pada manusia. Kita harus bisa melindungi diri sendiri,” tegasnya. Modus Penipuan Online yang Perlu Diwaspadai Dalam acara tersebut, Farida menyoroti berbagai modus penipuan yang menargetkan pengguna media sosial, aplikasi pesan instan, hingga platform belanja online. Banyak korban tertipu karena mereka tidak memahami cara kerja scam atau terlalu mudah memberikan data pribadi. Ia mengingatkan agar masyarakat selalu waspada terhadap permintaan data pribadi, termasuk memastikan legalitas lembaga yang meminta data sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). “PSE yang resmi wajib menjaga data penggunanya. Masyarakat tidak boleh sembarangan membagikan data sebelum memastikan legalitas PSE tersebut,” jelas Farida. Mahasiswa sebagai Agen Edukasi Literasi Digital Farida berharap mahasiswa dapat menjadi perantara edukasi literasi digital di lingkungan mereka. Dengan demikian, kewaspadaan bersama bisa menekan angka penipuan online dan meningkatkan keamanan digital masyarakat. Pandangan Rektor Unsoed tentang Literasi Digital Rektor Unsoed, Prof Dr Akhamd Sodiq, menegaskan literasi digital sangat penting di era teknologi saat ini. Ia mengibaratkan teknologi seperti virus dan antivirus yang saling berlawanan: “Era digital memerlukan pengetahuan yang seimbang. Teknologi bisa mempercepat aktivitas, tetapi ada sisi lain yang bisa menyimpangkan. Literasi digital membantu kita menghadapi sisi negatif tersebut.” Kasus penipuan online yang semakin marak menegaskan bahwa literasi digital bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat, terutama mahasiswa, bisa menjadi benteng pertama untuk mencegah korban penipuan digital. Business