Lima Skema Penipuan Asuransi Paling Ekstrem yang Pernah Terjadi di Dunia Cahaya Cinta, August 14, 2025August 19, 2025 Lima Skema Penipuan Asuransi Paling Ekstrem yang Pernah Terjadi di Dunia beritapenipuan.id – Penipuan asuransi tidak hanya merugikan finansial, tapi sering melibatkan strategi yang mengejutkan dan ekstrem. Beberapa kasus berikut menampilkan imajinasi liar para pelaku, mulai dari manipulasi tubuh hingga penghancuran aset mahal. Setiap kisah memberikan pelajaran berharga bagi perusahaan asuransi dan publik. 1. Michael LeDuc: Klaim Lengan Palsu yang Gagal Pada 2009, Michael LeDuc membeli polis asuransi untuk kematian atau cedera akibat kecelakaan. Setahun kemudian, ia mengklaim lengan kirinya patah karena kecelakaan mesin pencacah kayu. Nyatanya, kedua lengannya tetap utuh. LeDuc bahkan memalsukan rekam medis resmi untuk memperoleh klaim lebih dari 250.000 dolar. Penyelidikan menunjukkan ia juga mencoba menipu dengan klaim cedera kepala dan cek palsu. Pada 2011, LeDuc mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman 57 bulan penjara federal. Kasus ini menegaskan bahwa klaim ekstrem tetap dapat terungkap melalui pemeriksaan teliti. 2. Sholam Weiss: Menggelapkan Ratusan Juta Dolar Sholam Weiss dan kelompoknya berhasil menggelapkan lebih dari 400 juta dolar dari National Heritage Life Insurance Company antara 1990–1995. Sekitar 35.000 pemegang polis di Florida kehilangan tabungan mereka akibat skema ini. Weiss dihukum atas 78 tuduhan, termasuk pemerasan, penipuan transfer kawat, dan pencucian uang. Ia menerima hukuman 845 tahun penjara, namun hanya menjalani 18 tahun sebelum diampuni pada 2021. Kasus ini menampilkan dampak serius penipuan asuransi berskala besar dan konsekuensi hukumnya. 3. Molly Daniels: Penipuan Melibatkan Mayat Tertukar Di Texas pada 2004, suami Molly Daniels, Clayton, dilaporkan tewas terbakar di mobil Chevy Cavalier. Molly ingin memperoleh klaim asuransi jiwa sebesar 110.000 dolar. Ia memperkenalkan pacar baru bernama “Jake Gregg” yang mirip Clayton dengan rambut dicat hitam untuk menipu keluarga. DNA akhirnya membuktikan mayat dalam mobil bukan Clayton, melainkan seorang perempuan berusia 81 tahun. Molly mengaku menanam mayat tersebut dalam mobil. Ia dihukum 20 tahun penjara, sedangkan Clayton yang masih hidup dijatuhi hukuman 30 tahun. Strategi ini memperlihatkan ekstrimnya penipuan demi keuntungan finansial. 4. Theodore Wright III: Menghancurkan Aset Mahal demi Uang Theodore Robert Wright III membeli barang mewah dan mengasuransikannya melebihi harga asli, lalu sengaja membakar atau merusaknya. Beberapa aset termasuk pesawat Beechcraft Baron 1966, Lamborghini 2008, Cessna 500 1971, dan kapal pesiar Hunter Passage 1998. Pada 2017, Wright mengaku bersalah atas pembakaran dan penipuan melalui transfer kabel, dijatuhi 65 bulan penjara, dan harus membayar restitusi hampir 1 juta dolar. Kasus ini menunjukkan penipuan asuransi bisa melibatkan destruksi fisik yang direncanakan. 5. Isabel Parker: Ahli Penipuan Terpeleset Isabel Parker, nenek berusia 73 tahun, menjalankan skema terpeleset dan jatuh selama 15 tahun. Ia berpura-pura tersandung di toko ritel di Pennsylvania dan New Jersey, berharap mendapatkan pembayaran asuransi. Parker menggunakan hampir 50 nama samaran dan berhasil mengumpulkan setengah juta dolar. Ia tertangkap setelah seorang pemilik toko menelusuri pola klaimnya. Kasus ini memperlihatkan konsistensi strategi jangka panjang dalam penipuan kecil tapi efektif. Kelima kasus ini memperlihatkan beragam cara penipuan asuransi, mulai dari klaim tubuh palsu, kematian palsu, hingga penghancuran aset. Masing-masing menegaskan perlunya investigasi ketat dan kewaspadaan bagi perusahaan asuransi. Kreativitas pelaku memang tinggi, namun hukum selalu menindak tindakan penipuan. Publik pun perlu belajar dari kasus ini untuk tetap waspada terhadap skema penipuan ekstrem. Business investigasi klaim asuransikasus penipuan asuransi duniamanipulasi polis asuransipenipuan asuransi ekstrempenipuan asuransi jiwaskema klaim asuransi palsu