Liburan Akhir Tahun Dongkrak Transaksi, tapi Awas Risiko Penipuan Ikut Naik… Cahaya Cinta, January 8, 2026 Liburan Akhir Tahun Mendorong Transaksi dan Memicu Risiko Penipuan Keuangan Lonjakan aktivitas masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mendorong peningkatan konsumsi serta transaksi keuangan. Namun, di balik geliat ekonomi tersebut, risiko penipuan finansial ikut meningkat dan menuntut kewaspadaan lebih tinggi dari masyarakat. Data Badan Pusat Statistik mencatat jumlah perjalanan domestik pada Desember 2024 mencapai 101,08 juta perjalanan atau naik 11,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat bersamaan, perjalanan internasional juga melonjak dengan 810,44 ribu wisatawan Indonesia bepergian ke luar negeri, tumbuh lebih dari 19,13 persen secara tahunan. Peningkatan mobilitas ini secara langsung mendorong aktivitas belanja dan transaksi keuangan selama musim liburan. Peningkatan Transaksi Finansial Mengiringi Lonjakan Mobilitas Liburan Sejalan dengan tren perjalanan, Bank Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan pada transaksi keuangan di triwulan IV 2024. Transaksi kartu kredit meningkat hingga 75 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2024 yang tercatat 68 persen. Kredit Tanpa Agunan juga mencatat pertumbuhan 67,6 persen pada triwulan IV 2024, melampaui capaian triwulan sebelumnya sebesar 64,9 persen. Kondisi ini menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat semakin intensif menjelang akhir tahun. Namun, tingginya volume transaksi turut membuka peluang bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan berbagai modus penipuan yang menyasar kelengahan konsumen. Bank Danamon Mengingatkan Modus Penipuan Mengintai di Musim Liburan PT Bank Danamon Indonesia Tbk menilai periode liburan kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk beraksi. Consumer Lending Business Head Danamon, Enriko Sutarto, menegaskan bahwa penipuan tidak mengenal waktu libur dan justru meningkat ketika aktivitas masyarakat padat. Ia menjelaskan bahwa penipuan dapat terjadi melalui berbagai kanal transaksi, mulai dari kartu debit, kartu kredit, hingga penggunaan ATM dan mesin EDC. Modus yang sering muncul mencakup agen perjalanan palsu, pemesanan akomodasi lewat kanal tidak resmi, hingga kejahatan digital seperti skimming, phishing, dan QRIS palsu. Selain itu, penipuan juga marak melalui media sosial, penawaran tiket murah, permintaan pengembalian dana fiktif, serta peretasan akun perbankan melalui Wi-Fi atau port USB publik. Danamon Mengajak Masyarakat Memperketat Keamanan Transaksi Melalui kampanye #JanganKasihCelah, Danamon terus mengedukasi masyarakat agar meningkatkan kehati-hatian selama liburan. Bank tersebut mengimbau nasabah hanya bertransaksi melalui kanal resmi, tidak membagikan data rahasia perbankan seperti OTP, PIN, dan CVV, serta menghindari tautan mencurigakan. Nasabah juga disarankan segera memblokir kartu dan menghubungi layanan resmi bank jika menemukan transaksi tidak wajar. Danamon menegaskan komitmennya melindungi data nasabah melalui berbagai inisiatif perlindungan konsumen sesuai ketentuan regulator. Business