THR Cair, Awas Kejahatan Siber yang Bisa Kuras Tabungan Cahaya Cinta, March 12, 2026 Penipu Manfaatkan Momen THR Cair untuk Melancarkan Kejahatan Siber Momen pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Lebaran sering memicu peningkatan berbagai kejahatan siber. Para pelaku memanfaatkan situasi ini untuk menargetkan masyarakat yang baru menerima dana tambahan melalui rekening bank atau aplikasi keuangan digital. Kondisi tersebut membuat banyak orang lebih aktif melakukan transaksi, baik untuk belanja kebutuhan Lebaran, mengirim uang kepada keluarga, maupun membayar berbagai tagihan. Aktivitas transaksi yang meningkat inilah yang dimanfaatkan penipu untuk melancarkan berbagai modus penipuan digital. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat melakukan transaksi perbankan maupun aktivitas keuangan digital. Menjaga kerahasiaan data penting seperti PIN, kode OTP, dan kata sandi menjadi langkah utama untuk melindungi dana dari kejahatan siber. Selain itu, pengguna layanan perbankan juga perlu menghindari tautan mencurigakan yang dikirim melalui pesan singkat atau aplikasi percakapan. Verifikasi setiap transaksi dan cek mutasi rekening secara berkala agar dapat segera mendeteksi aktivitas tidak wajar. Penipu Gunakan Beragam Modus untuk Mengincar Uang THR Pelaku kejahatan siber menggunakan berbagai metode untuk mengelabui korban, terutama pada periode menjelang Lebaran ketika banyak orang menerima THR. Salah satu modus yang paling sering terjadi adalah phishing melalui pesan singkat atau aplikasi percakapan. Dalam praktiknya, penipu mengirim pesan yang berisi tautan palsu dengan berbagai dalih, seperti perubahan tarif transfer bank, aplikasi pajak, layanan kurir paket, hingga donasi zakat digital. Jika korban mengeklik tautan tersebut, pelaku dapat mencuri data pribadi atau informasi perbankan. Selain phishing, pelaku juga menjalankan metode social engineering. Dalam modus ini, penipu menyamar sebagai orang yang dikenal korban, seperti keluarga, teman, atau tokoh tertentu. Dengan memanfaatkan teknologi digital, bahkan suara dan wajah seseorang dapat ditiru untuk meyakinkan korban agar mentransfer uang. Modus lain yang juga sering terjadi adalah skimming pada mesin ATM. Pelaku memasang alat ilegal pada slot kartu ATM untuk mencuri data kartu nasabah. Kejahatan ini sering muncul di mesin ATM yang jarang diawasi, termasuk di area rest area tol saat musim mudik. Penipu juga kerap memanfaatkan iming-iming promo atau hadiah Lebaran. Mereka menawarkan undian, diskon perjalanan mudik, atau hadiah tertentu yang sebenarnya tidak pernah ada. Tujuan akhirnya tetap sama, yaitu meminta data pribadi atau informasi perbankan korban. Nasabah Dapat Melindungi Dana dengan Meningkatkan Keamanan Transaksi Nasabah dapat mencegah penipuan dengan menjaga kerahasiaan seluruh data perbankan. PIN, kode OTP, serta kata sandi aplikasi mobile banking tidak boleh dibagikan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank. Selain itu, masyarakat sebaiknya tidak menggunakan jaringan WiFi publik saat melakukan transaksi keuangan. Jaringan terbuka berpotensi dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk mencuri data pengguna. Menggunakan jaringan data pribadi menjadi pilihan yang lebih aman. Nasabah juga perlu lebih teliti sebelum melakukan transaksi di mesin ATM. Pastikan tidak terdapat alat asing pada slot kartu dan selalu tutupi keypad saat memasukkan PIN untuk menghindari pencurian data. Mengaktifkan notifikasi transaksi juga menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan rekening. Dengan fitur ini, setiap transaksi masuk maupun keluar dapat langsung terpantau sehingga nasabah dapat segera bertindak jika menemukan aktivitas mencurigakan. Bagi pengguna ponsel Android, mengaktifkan fitur keamanan seperti Google Play Protect serta aplikasi antivirus juga dapat membantu melindungi perangkat dari aplikasi berbahaya atau tautan yang berpotensi mencuri data. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah keamanan tersebut, masyarakat dapat melindungi dana THR sekaligus meminimalkan risiko menjadi korban kejahatan siber menjelang Lebaran. Business kejahatan siber saat thr cair