Terungkap! Jaksa Gadungan Dapat Rp 21 Juta dari Kadis Pendidikan OKI Cahaya Cinta, January 8, 2026 Jaksa Gadungan di OKI Menipu Kepala Dinas Pendidikan Senilai Rp21,5 Juta Palembang – Polisi menahan Bobby Asia dan rekannya Edwin Firdaus karena menyamar sebagai jaksa dan menipu sejumlah pejabat di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Sidang perdana keduanya digelar di Pengadilan Tipikor Palembang, dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari OKI, Ulpah. Modus Penipuan Jaksa Gadungan JPU menyatakan Bobby menipu dengan tujuan menguntungkan diri sendiri melalui penyamaran sebagai jaksa. “Terdakwa melakukan atau turut serta melakukan perbuatan melawan hukum, menyalahgunakan kewenangan, dan memaksa seseorang memberikan uang,” kata JPU, Senin (8/12/2025). Bobby memulai aksinya dengan meniru seragam jaksa setelah melihat jaksa asli berseragam di ruang tunggu Kementan RI. Ia kemudian memesan seragam lengkap, bordir lambang Kejaksaan RI, name tag intelijen, serta berbagai atribut kejaksaan melalui toko online seharga Rp1 juta. Aksi Penipuan di Kejari OKI Pada 6 Oktober 2025, Bobby mengenakan seragam lengkap dengan pangkat IV/A dan atribut jaksa saat bersama Edwin Firdaus menuju Kejari OKI. Mereka berupaya menemui pejabat tertentu, namun gagal. Setelah itu, keduanya pergi ke Rumah Makan Pindang Saudagar untuk menemui beberapa orang yang tengah berurusan hukum. Sekitar pukul 13.45 WIB, Tim Kejari OKI menangkap Bobby saat mengenakan seragam jaksa dengan atribut lengkap, sehingga mengakhiri aksinya. Korban dan Kerugian Finansial Hasil penyelidikan menunjukkan Bobby dan Edwin menerima total Rp21,5 juta dari tiga korban, yaitu: Rp4 juta dari Nasrul Rp7 juta dari Deddy Paslah Rp10,5 juta dari Muhammad Refly Uang diberikan karena para korban, termasuk Kepala Dinas Pendidikan OKI dan dua Kabid, percaya Bobby adalah jaksa yang meminta sejumlah uang. Proses Hukum dan Sidang Lanjutan Sidang kasus ini akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. Polisi dan JPU menegaskan akan menindak tegas penyamaran pejabat untuk kepentingan pribadi atau pemerasan. Business