OJK Investigasi 32 Kasus Dugaan Manipulasi Pasar Modal, Ada Keterlibatan Influencer? Cahaya Cinta, March 12, 2026 Polisi China Tangkap Influencer Li Zhuofan yang Raup Rp110 Miliar dari Penjualan Lilin “Keberuntungan” Beijing – Aparat kepolisian di Tiongkok menangkap influencer Li Zhuofan setelah ia diduga meraup lebih dari 50 juta yuan atau sekitar Rp110 miliar dari bisnis penjualan produk spiritual secara daring. Produk yang ia tawarkan berupa “lilin harapan” dan kursus ramalan online yang dipromosikan mampu mendatangkan keberuntungan hingga memperbaiki hubungan asmara. Kasus ini mencuat setelah sejumlah konsumen melaporkan dugaan penipuan terkait produk dan layanan yang dijual Li. Aparat kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan nilai transaksi yang sangat besar dari aktivitas penjualan tersebut. Penangkapan ini pun memicu perhatian publik karena bisnis spiritual yang dipromosikan melalui media sosial semakin marak dan sering menyasar masyarakat yang mencari solusi cepat atas persoalan kehidupan. Li Zhuofan Membangun Popularitas Lewat Acara Realitas dan Media Sosial Li Zhuofan sebelumnya dikenal luas setelah tampil dalam acara realitas Rusia The Battle of Psychics. Dalam program tersebut, ia memperagakan kemampuan supranatural dengan berbagai klaim, termasuk mampu mendeteksi keberadaan seseorang di bagasi mobil serta merasakan jejak kematian pada kendaraan tertentu. Kemunculan di acara televisi itu membuat namanya semakin dikenal publik. Setelah kembali ke Tiongkok, Li memanfaatkan popularitas tersebut untuk membangun basis pengikut di media sosial. Dalam waktu relatif singkat, ia berhasil mengumpulkan lebih dari 600 ribu pengikut. Basis penggemar inilah yang kemudian menjadi pasar utama bagi berbagai produk spiritual yang ia promosikan. Li Zhuofan Menjual Lilin Spiritual dengan Harga Jutaan Rupiah Setelah memiliki pengikut yang besar, Li mulai memasarkan lilin buatan tangan yang dihias menggunakan kristal dan bunga kering. Ia juga mencampurkan minyak esensial ke dalam produk tersebut sebelum menjualnya secara daring. Li mempromosikan lilin tersebut sebagai “lilin harapan” yang diklaim dapat membawa keberuntungan, meningkatkan karier, hingga memperbaiki hubungan asmara. Klaim tersebut membuat produk itu menarik perhatian sebagian pengikutnya. Harga lilin yang ia tawarkan pun cukup tinggi. Satu lilin dijual mulai dari 2.888 yuan atau sekitar Rp6,3 juta. Sementara itu, varian premium yang ia sebut mampu menghadirkan “keberuntungan tiga kali lipat” dipasarkan hingga 7.888 yuan atau sekitar Rp17,3 juta. Selain menjual produk fisik, Li juga menawarkan kursus peramalan secara daring. Salah satu pelanggan bahkan mengaku membayar 5.888 yuan atau sekitar Rp12,9 juta dengan harapan bisnisnya bisa mendapatkan lebih banyak pelanggan. Laporan Konsumen Memicu Penyelidikan dan Penangkapan Namun, harapan tersebut tidak terwujud sehingga pelanggan itu akhirnya melaporkan Li kepada pihak berwenang. Laporan tersebut menjadi awal dari penyelidikan yang dilakukan aparat. Media lokal Hongxing News melaporkan polisi kemudian menangkap Li Zhuofan atas dugaan penipuan. Nilai transaksi yang terkumpul dari bisnis tersebut dinilai sangat besar sehingga kasus ini mendapat perhatian serius dari penegak hukum. Menurut ketentuan hukum di Tiongkok, pelaku penipuan dengan nilai transaksi signifikan dapat menghadapi hukuman berat. Dalam sejumlah kasus, pelaku bahkan dapat dijatuhi hukuman penjara lebih dari 10 tahun disertai denda serta penyitaan aset. Kasus ini kembali memicu perdebatan di masyarakat mengenai maraknya penjualan produk spiritual melalui media sosial. Banyak pihak menilai tekanan sosial dan ekonomi membuat sebagian orang lebih mudah tergiur dengan produk yang menjanjikan perubahan hidup secara instan. Business influencer china jual lilin keberuntungan