Mengaku WNA, 3 Pelaku Gendam Bawa Kabur Uang Rp 4 Juta dari Toko Kelontong di Klaten Cahaya Cinta, March 12, 2026 Tiga Pelaku Mengaku WNA Menipu Pemilik Toko Kelontong di Klaten dan Membawa Kabur Uang Rp 4 Juta Tiga orang pelaku yang mengaku sebagai warga negara asing diduga melakukan aksi gendam terhadap pemilik toko kelontong di Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Aksi tersebut berujung pada hilangnya uang tunai milik korban sebesar sekitar Rp 4 juta. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB ketika pemilik toko bernama Taufik Hidayat (30) sedang melayani pelanggan di tokonya. Tanpa disadari korban, para pelaku menjalankan tipu daya yang membuat korban lengah hingga uangnya berhasil dibawa kabur. Kasus ini kemudian menjadi perhatian publik setelah rekaman kamera pengawas di dalam toko beredar luas di media sosial. Pelaku Datang Menggunakan Mobil dan Berpencar Saat Mendekati Toko Kanit Reskrim Polsek Delanggu, Aiptu Mardana, menjelaskan bahwa ketiga pelaku datang ke lokasi menggunakan mobil berwarna silver. Kendaraan tersebut berhenti tidak jauh dari toko sebelum para pelaku turun dan berjalan menuju lokasi secara terpisah. Mardana menyebut dua pelaku berjenis kelamin perempuan, sementara satu lainnya laki-laki. Dua perempuan tersebut masuk ke dalam toko dengan berpura-pura melihat barang dagangan yang tersedia di rak. Pada saat yang sama, pelaku laki-laki mendekati korban dan mulai mengajak berbicara. Interaksi itu kemudian menjadi awal dari rangkaian aksi penipuan yang dilakukan oleh ketiga pelaku. Pelaku Menggunakan Modus Tukar Uang untuk Mengelabui Korban Dalam percakapan tersebut, pelaku laki-laki meminta korban menukarkan uang pecahan Rp 100.000. Ia beralasan ingin mengoleksi uang pecahan baru sehingga meminta korban membantu menukarkan uang tersebut. Korban sempat menolak permintaan itu pada awalnya. Namun, pelaku terus mendesak hingga akhirnya korban bersedia membantu menukar uang. Saat korban masuk ke rumah untuk mengambil uang, pelaku laki-laki ikut masuk dan secara tidak langsung mengetahui lokasi penyimpanan uang milik korban. Setelah uang pecahan Rp 100.000 diambil, korban sempat menunjukkan uang tersebut kepada pelaku. Pada saat situasi tersebut berlangsung, dua pelaku perempuan ikut masuk sambil berbicara menggunakan bahasa asing. Percakapan tersebut membuat perhatian korban teralihkan sehingga ia tidak menyadari situasi yang sedang terjadi. Korban Baru Menyadari Uangnya Hilang Setelah Pelaku Pergi Setelah beberapa saat, pelaku meyakinkan korban bahwa uang yang sempat dipegang telah dikembalikan. Ketiganya kemudian meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan yang sebelumnya diparkir tidak jauh dari toko. Namun, sekitar 10 hingga 15 menit kemudian korban baru menyadari bahwa uangnya telah hilang. Kesadaran tersebut muncul setelah istrinya mengingatkan untuk memeriksa kembali uang yang sebelumnya sempat dipegang oleh para pelaku. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 4 juta. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan melacak keberadaan para pelaku yang diduga menjalankan modus gendam tersebut. Business gendam toko kelontong Klaten