Eks Jaksa Agung Nigeria Terjerat Kasus Penipuan Rp 99 M Bersama Anak-Istri Cahaya Cinta, January 17, 2026January 22, 2026 Eks Jaksa Agung Nigeria Hadapi Dakwaan Penipuan Rp 99 M Bersama Istri dan Anak Lembaga Antikorupsi Nigeria Menyeret Abubakar Malami ke Pengadilan Abuja Lembaga antikorupsi Nigeria secara resmi menjerat mantan Jaksa Agung Nigeria Abubakar Malami dalam kasus dugaan penipuan dan pencucian uang bernilai 8,7 miliar naira atau setara Rp 99,3 miliar. Proses hukum terhadap Malami berlangsung di Pengadilan Abuja pada Selasa, 30 Desember 2025, dan langsung menarik perhatian publik Nigeria. Malami hadir di persidangan bersama istrinya serta putranya. Ketiganya menghadapi dakwaan yang sama dan langsung menjalani penahanan sambil menunggu sidang jaminan yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Januari 2026. Meski demikian, Malami secara terbuka membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Jaksa Menuduh Keluarga Malami Melakukan Pencucian Uang Terorganisasi Komisi Kejahatan Ekonomi dan Keuangan Nigeria menuduh Abubakar Malami, istri, dan anaknya bersekongkol dalam praktik pencucian uang. Jaksa menyatakan ketiganya secara aktif memperoleh, menyamarkan, menyembunyikan, dan mengalirkan dana yang diduga berasal dari aktivitas ilegal. Dalam dakwaan yang dibacakan di pengadilan, jaksa menegaskan bahwa nilai uang yang dicuci mencapai 8,7 miliar naira. Dana tersebut diduga mengalir melalui sejumlah transaksi yang sengaja dirancang untuk menyamarkan asal-usulnya. Otoritas penegak hukum kini terus menelusuri jaringan keuangan yang berkaitan dengan keluarga Malami. Karier Politik Malami Berakhir di Tengah Sorotan Kasus Korupsi Abubakar Malami pernah menjabat sebagai Jaksa Agung sekaligus Menteri Kehakiman Nigeria sejak November 2015 hingga Mei 2023 di bawah pemerintahan Presiden Muhammadu Buhari. Kasus yang menjerat Malami menambah daftar panjang pejabat tinggi era Buhari yang harus berhadapan dengan proses hukum atas dugaan korupsi. Sebelumnya, mantan Gubernur Bank Sentral Nigeria Godwin Emefiele serta mantan Menteri Tenaga Kerja Chris Ngige juga menghadapi persidangan atas tuduhan serupa. Rangkaian kasus tersebut semakin menegaskan tantangan serius Nigeria dalam memberantas korupsi di level elite pemerintahan. Indeks Global Menyoroti Masalah Korupsi di Nigeria Praktik korupsi masih menjadi persoalan struktural di Nigeria. Dalam Indeks Pengendalian Korupsi Bank Dunia tahun 2023, Nigeria tercatat berada di peringkat ke-35 terbawah secara global. Kondisi tersebut mendorong lembaga penegak hukum untuk semakin agresif menindak kasus-kasus besar demi memulihkan kepercayaan publik. Business eks jaksa agung nigeria penipuan