Aksi Tipu-Tipu Brigadir Polda NTB: Janjikan Masuk Polisi Asal Setor Rp 500 Juta, Lalu Difoto Pakai Seragam Cahaya Cinta, January 8, 2026 Brigadir Polda NTB Menipu Warga Bima dengan Janji Masuk Polisi Bermodal Setoran Ratusan Juta Dugaan penipuan jalur masuk Kepolisian Republik Indonesia kembali mencuat setelah seorang brigadir yang bertugas di Polda Nusa Tenggara Barat diduga menipu calon anggota polisi. Kasus ini terungkap setelah seorang pemuda asal Bima, Sahru Ramadhan, melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada pihak berwenang. Peristiwa tersebut terjadi setelah brigadir berinisial B menjanjikan kelulusan menjadi anggota Polri melalui jalur khusus tanpa seleksi resmi. Janji itu disampaikan dengan meyakinkan sehingga korban percaya dan mengikuti seluruh permintaan pelaku. Brigadir Polda NTB Meminta Setoran Rp 550 Juta untuk Janji Kelulusan Kuasa hukum korban, Julkifli, menjelaskan bahwa Brigadir B meminta uang sebesar Rp 550 juta sebagai syarat utama agar Sahru Ramadhan dapat diterima menjadi anggota Polri. Korban kemudian menyerahkan uang tersebut secara tunai dengan harapan dapat lolos seleksi. Namun, setelah seluruh uang diterima, janji kelulusan itu tidak pernah terwujud. Korban justru dinyatakan tidak lulus tanpa penjelasan resmi. Julkifli menyampaikan pernyataan tersebut di Mataram pada Selasa, 16 Desember 2025, sambil menegaskan bahwa kliennya telah dirugikan secara materiil dan psikologis. Pelaku Membawa Korban ke Surabaya dengan Dalih Seleksi Lanjutan Tidak berhenti pada permintaan uang, Brigadir B juga membawa korban ke Surabaya dengan alasan adanya tahapan seleksi lanjutan. Selama berada di kota tersebut, korban ditempatkan di sebuah rumah dan diminta menunggu selama berbulan-bulan. Dalam periode tersebut, korban berada di bawah pengawasan ketat dan tidak diperbolehkan berkomunikasi secara bebas. Telepon seluler korban juga disita oleh pelaku, sehingga akses korban ke keluarga dan pihak luar menjadi sangat terbatas. Pelaku terus memberikan alasan bahwa proses seleksi masih berjalan. Kasus Penipuan Jalur Polisi Kembali Menjadi Sorotan Publik Kasus ini menambah daftar panjang dugaan penipuan yang mengatasnamakan institusi kepolisian. Praktik tersebut tidak hanya merugikan korban, tetapi juga mencoreng kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen aparat penegak hukum. Kuasa hukum korban menegaskan akan menempuh jalur hukum untuk mengusut tuntas peran Brigadir B dalam kasus ini. Laporan resmi diharapkan dapat membuka fakta secara menyeluruh dan mendorong penindakan tegas terhadap pelaku. Business