Penipuan Berkedok Sumbangan Agustusan: Karyawan Toko di Ngawi Kehilangan Rp 5 Juta Cahaya Cinta, August 16, 2025August 20, 2025 Penipuan Berkedok Sumbangan Agustusan: Karyawan Toko di Ngawi Kehilangan Rp 5 Juta beritapenipuan.id – Seorang pria tak dikenal melakukan penipuan dengan menghipnotis karyawan toko Frozen Food di Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Jawa Timur. Peristiwa itu terjadi pada Senin (11/8/2025) sekitar pukul 20.00 WIB. Akibat aksi pelaku, uang tunai sebesar Rp 5 juta yang berada di kasir raib. Rekaman CCTV berdurasi 19 detik menunjukkan pria berbadan besar, mengenakan jaket hitam dan masker, memasuki toko. Dalam video yang viral, terlihat pelaku langsung menghampiri kasir yang sedang berjaga. Tak lama kemudian, karyawan toko tampak seperti terhipnotis dan menyerahkan uang kepada pelaku. Modus Berkedok Sumbangan Agustusan Pemilik toko, Faiz Rozzin, menjelaskan bahwa pelaku datang dengan alasan meminta sumbangan untuk perayaan HUT ke-80 RI. “Pria itu meminta bantuan untuk kegiatan Agustusan dengan nominal Rp 5 juta,” ujarnya. Meskipun karyawan toko berniat menghubungi Faiz, pelaku mencegahnya. Faiz menegaskan dirinya tidak pernah berkoordinasi atau memberi izin terkait permintaan sumbangan tersebut. Ini merupakan pengalaman pertama toko mereka menjadi korban penipuan berkedok sumbangan Agustusan. Faiz juga mendapatkan informasi bahwa pelaku diduga mendatangi beberapa toko lain di sekitar lokasi. Hal ini menunjukkan modusnya cukup terencana dan bisa menimpa korban lain jika tidak diwaspadai. Dampak Kerugian dan Respons Pemilik Toko Akibat kejadian ini, pemilik dan karyawan toko mengalami kerugian materiil dan psikologis. Uang Rp 5 juta tersebut berasal dari kasir yang seharusnya digunakan untuk operasional toko sehari-hari. Faiz langsung melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian setempat. Ia berharap aparat dapat segera menangkap pelaku agar tidak menipu warga dan pelaku usaha lain. Polisi melakukan pemeriksaan CCTV dan meminta keterangan saksi untuk mempercepat penyelidikan. Imbauan bagi Pelaku Usaha dan Masyarakat Kasus ini menjadi peringatan bagi pelaku usaha agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang semakin kreatif. Penipu sering menggunakan kedok kegiatan sosial atau sumbangan untuk menarik simpati. Masyarakat disarankan memverifikasi identitas pihak yang meminta sumbangan. Pastikan ada izin resmi atau konfirmasi langsung dengan pengelola kegiatan. Hindari memberikan uang tunai kepada orang yang belum jelas identitasnya. Selain itu, toko-toko diimbau memasang CCTV dan pelatihan keamanan sederhana bagi karyawan. Waspada terhadap orang yang mencurigakan, terutama yang mengenakan masker atau menutupi wajah. Langkah-langkah ini penting untuk mencegah kerugian serupa di masa mendatang. Kejadian di Ngawi menjadi contoh nyata bahwa penipuan dapat terjadi kapan saja. Kesadaran dan kewaspadaan menjadi kunci agar pelaku usaha tetap aman dari aksi kriminal berkedok sumbangan. Business Hipnotis toko NgawiKaryawan toko kena hipnotisKasus penipuan NgawiPenipuan berkedok kegiatan sosialPenipuan HUT RI 80Penipuan sumbangan AgustusanUang toko hilang karena hipnotis