Tergiur Penggandaan Uang, Pria di Palembang Nekat Bunuh dan Bakar Lansia Pensiunan Guru Cahaya Cinta, February 2, 2026February 5, 2026 Tergiur Penggandaan Uang, Pria di Palembang Membunuh dan Membakar Lansia Pensiunan Guru Polisi Mengungkap Motif Ekonomi di Balik Pembunuhan Sadis Lansia di Palembang Kepolisian Daerah Sumatera Selatan mengungkap motif pembunuhan sadis terhadap Christina, lansia berusia 80 tahun yang dikenal sebagai pensiunan guru sekaligus pemilik rumah kos di Palembang. Polisi menetapkan YG, pria berusia 61 tahun, sebagai tersangka utama dalam kasus yang menggegerkan warga Sumatera Selatan tersebut. Penyelidikan polisi mengungkap bahwa YG membunuh korban karena desakan ekonomi dan ketertarikan terhadap janji penggandaan uang. Pelaku tidak hanya menghabisi nyawa korban, tetapi juga membakar jasad Christina di area kebun sawit di Kabupaten Banyuasin untuk menghilangkan jejak kejahatan. Pelaku Menjual Mobil Korban untuk Mendapatkan Uang Tunai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Johannes Bangun, menjelaskan bahwa YG membutuhkan uang untuk rencana perjalanan ke Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, YG menjual mobil Mitsubishi Mirage milik korban dengan harga Rp 53 juta setelah lebih dulu mengambil BPKB dari rumah korban. Polisi menemukan fakta bahwa sebagian uang hasil penjualan mobil itu tidak digunakan sepenuhnya oleh pelaku. YG justru menyerahkan sebagian uang sebesar Rp 4,2 juta kepada tersangka lain berinisial JI yang mengaku mampu menggandakan uang. Selain uang tunai, YG juga memberikan handphone dan payung milik korban kepada JI sebagai bagian dari praktik penipuan tersebut. Pelaku Menjerat Korban Saat Perjalanan Dini Hari Aksi pembunuhan terjadi pada Rabu, 14 Januari 2026, sekitar pukul 04.22 WIB. YG menghubungi Christina melalui WhatsApp dan meminta korban mengantarnya ke kawasan Sukabangun menggunakan mobil pribadi korban. Saat kendaraan melintas di kawasan KM 7 Palembang, pelaku meminta korban menghentikan mobil. Dalam kondisi itu, YG yang duduk di kursi belakang langsung menjerat leher korban menggunakan tali hingga korban kesulitan bernapas dan meninggal dunia di lokasi. Setelah memastikan korban tidak bernyawa, YG mengambil alih kemudi dan membawa jasad Christina menuju perkebunan sawit di Jalan Tanjung Api-api, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin. Polisi Menangkap Pelaku Setelah Pelarian Lintas Daerah Untuk menghilangkan bukti, YG membakar jasad korban menggunakan bensin dan korek api yang telah disiapkan sebelumnya. Usai melakukan pembunuhan, pelaku sempat berpindah-pindah tempat, mulai dari Palembang, Jakarta, hingga Lampung, sebelum akhirnya ditangkap polisi di wilayah Jawa Timur. Polda Sumatera Selatan menegaskan akan menuntaskan kasus ini dan menjerat para pelaku sesuai hukum yang berlaku, sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur praktik penggandaan uang yang kerap berujung tindak kejahatan serius. Business pembunuhan pensiunan guru Palembang