Bagaimana Scan QR Code Bisa Langsung Kuras Rekening? Ini Penjelasan Pakar Siber Cahaya Cinta, February 1, 2026February 5, 2026 Pakar Siber Menjelaskan Modus Scan QR Code yang Bisa Menguras Rekening Modus penipuan berbasis pemindaian Quick Response Code atau QR code kembali menjerat korban dan memicu kekhawatiran publik. Dalam sejumlah kasus terbaru, pelaku mengirim pesan yang mengaku sebagai kurir paket dan meminta korban memindai QR code dengan dalih menyelesaikan kendala pengiriman. Penipuan ini ramai diperbincangkan setelah seorang korban membagikan pengalamannya di media sosial X pada Senin, 19 Januari 2026. Korban mengaku kehilangan uang di rekening setelah memindai QR code yang dikirim pelaku melalui pesan singkat. Penipu Mengelabui Korban Lewat Narasi Kurir Paket Pelaku biasanya memulai aksinya dengan mengirim pesan yang tampak wajar dan relevan dengan aktivitas harian korban. Penipu mengaku sebagai kurir dan menyampaikan alasan seperti paket tertukar, tertahan, atau membutuhkan konfirmasi penerimaan. Setelah korban merespons, pelaku mengirimkan QR code dan meminta korban memindainya. Tanpa disadari, tindakan tersebut justru membuka akses tertentu yang kemudian dimanfaatkan untuk menguras rekening korban. Pakar Menyebut Penipuan QR Code Sebagai Evolusi Kejahatan Digital Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Dr. Pratama Dahlian Persadha, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan bentuk evolusi kejahatan digital. Menurutnya, pelaku memanfaatkan kebiasaan masyarakat yang semakin akrab dengan QR code dalam transaksi dan layanan digital. Pratama menegaskan bahwa QR code pada dasarnya merupakan teknologi netral yang berfungsi memudahkan pertukaran informasi, pembayaran, dan autentikasi. Namun, dalam konteks kejahatan siber, teknologi tersebut dieksploitasi melalui teknik manipulasi psikologis atau social engineering. Pelaku Memanfaatkan Tautan Berbahaya di Balik QR Code Pratama memaparkan bahwa QR code dalam modus penipuan biasanya berisi tautan berbahaya. Saat korban memindai QR code tersebut, sistem akan mengarahkan korban ke situs palsu yang menyerupai layanan resmi atau memicu instalasi aplikasi tertentu. Dari proses tersebut, pelaku dapat memperoleh data sensitif korban, termasuk kredensial perbankan atau akses ke akun keuangan. Dalam beberapa skema, korban juga tanpa sadar menyetujui transaksi atau memberikan izin tertentu yang memungkinkan saldo rekening berpindah. Pakar Mengimbau Masyarakat Lebih Kritis dan Waspada Pratama mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan memindai QR code yang dikirim melalui pesan pribadi, terutama dari nomor yang tidak dikenal. Ia menekankan pentingnya melakukan verifikasi langsung ke pihak resmi apabila menerima pesan terkait paket atau layanan tertentu. Selain itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati terhadap pesan yang menciptakan urgensi atau tekanan agar segera bertindak. Kewaspadaan dan literasi digital dinilai menjadi kunci utama untuk mencegah korban baru dari modus penipuan QR code. Business penipuan scan QR code