AI Bisa Tiru Suara CS Resmi, Ini Cara Verifikasinya agar Tak Jadi Korban Cahaya Cinta, February 1, 2026February 5, 2026 AI Meniru Suara Customer Service Resmi dan Mengancam Keamanan Pengguna Modus Voice Cloning Menyasar Pengguna Layanan Keuangan Digital Teknologi kecerdasan buatan kini memungkinkan pelaku kejahatan meniru suara manusia dengan tingkat kemiripan sangat tinggi. Modus ini dikenal sebagai voice cloning dan mulai digunakan untuk menyamar sebagai customer service resmi platform keuangan digital. Pada 21 Januari 2026, Kompas.com melaporkan kasus panggilan telepon yang menargetkan pengguna dengan skenario transaksi mencurigakan demi memancing korban menyerahkan data rahasia. Dalam salah satu kasus, pelaku menghubungi korban pada malam hari dan mengaku sebagai customer service DANA. Pelaku menyampaikan narasi profesional, sopan, dan meyakinkan, lalu meminta korban memberikan kode one-time password dengan dalih pengamanan akun. Suara yang terdengar autentik membuat korban hampir terjebak sebelum menyadari kejanggalan pada saluran komunikasi. Satgas PASTI Mengingatkan Ancaman Penipuan Berbasis AI Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal atau Satgas PASTI menilai penipuan berbasis AI berkembang semakin cepat dan kompleks. Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, menjelaskan bahwa teknologi AI memungkinkan pelaku merekam, mempelajari, dan meniru suara seseorang, termasuk customer service platform keuangan digital. Pelaku kemudian melakukan percakapan seolah-olah berasal dari pihak resmi yang dikenal korban. Pelaku biasanya menciptakan situasi mendesak, seperti ancaman pemblokiran akun atau laporan transaksi tidak sah. Tekanan psikologis ini mendorong korban bertindak cepat tanpa sempat memverifikasi informasi. Setelah korban memberikan OTP, PIN, atau data sensitif lain, pelaku langsung menguras saldo atau melakukan transaksi ilegal. Pengguna Memanfaatkan Verifikasi Resmi untuk Mencegah Penipuan Pengguna layanan keuangan digital dapat melindungi diri dengan memverifikasi setiap komunikasi melalui kanal resmi. Ketika menerima panggilan mencurigakan, pengguna perlu menutup telepon dan menghubungi customer service melalui aplikasi atau situs web resmi. Customer service resmi tidak pernah meminta OTP, PIN, atau CVV melalui telepon. DANA menyediakan fitur Scam Checker dalam menu DANA Protection untuk membantu pengguna memeriksa nomor telepon, tautan, akun media sosial, dan nomor rekening. Fitur ini terintegrasi dengan layanan Kementerian Komunikasi dan Digital sehingga hasil verifikasi berbasis laporan masyarakat. Pengguna dapat langsung melaporkan nomor terindikasi penipuan melalui fitur yang tersedia. Sikap Tenang dan Waspada Menjadi Kunci Perlindungan Akun Penipu mengandalkan kepanikan korban agar menyerahkan data secara spontan. Pengguna perlu bersikap tenang, waspada terhadap tekanan waktu berlebihan, dan selalu melakukan pengecekan sebelum memberikan informasi. Dengan memanfaatkan fitur verifikasi resmi dan menghindari berbagi data sensitif, pengguna dapat mencegah kerugian dan menjaga keamanan akun digital. Business penipuan voice cloning AI