440 WNI Dibebaskan dari Jaringan Online Scam di Kamboja, Ini Cerita Suram Salah Satunya Cahaya Cinta, February 1, 2026February 5, 2026 Pemerintah Kamboja Membebaskan 440 WNI dari Jaringan Online Scam Sepanjang Januari 2026 Penindakan Aparat Kamboja Mendorong Ratusan WNI Mendatangi Kedutaan RI Pemerintah Kamboja membebaskan 440 warga negara Indonesia dari jaringan penipuan daring atau online scam sepanjang Januari 2026. Pembebasan itu terjadi setelah otoritas Kamboja menggelar operasi penindakan besar-besaran terhadap industri penipuan siber yang selama ini beroperasi di berbagai wilayah negara tersebut. Dampak penindakan langsung terasa di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh, yang menerima kedatangan ratusan WNI dalam waktu singkat. Duta Besar RI Menjelaskan Dampak Langsung Operasi Penegakan Hukum Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menyatakan bahwa langkah tegas aparat Kamboja memaksa banyak sindikat melepaskan para pekerja mereka. Santo menyampaikan pernyataan tersebut melalui video yang diunggah di media sosial pada Senin, 19 Januari 2026. Ia menegaskan bahwa penindakan hukum menjadi faktor utama meningkatnya jumlah WNI yang mencari perlindungan ke perwakilan Indonesia. Kedutaan RI Mencatat Arus WNI dari Berbagai Wilayah Kamboja Berdasarkan data Kedutaan Besar RI di Phnom Penh, sebanyak 440 WNI mendatangi kantor perwakilan Indonesia selama periode 1–18 Januari 2026. Mereka datang setelah dilepaskan dari jaringan penipuan daring di berbagai kota di Kamboja. Sebagian besar WNI tersebut langsung meminta bantuan untuk kembali ke Indonesia karena tidak lagi memiliki tempat tinggal maupun pekerjaan. Operasi Berkelanjutan Diperkirakan Menambah Jumlah WNI Santo menyebutkan bahwa jumlah WNI yang datang kemungkinan masih akan bertambah. Pemerintah Kamboja menyatakan komitmen untuk melanjutkan operasi pemberantasan penipuan siber. Seiring berjalannya operasi, semakin banyak WNI dari berbagai provinsi di Kamboja diperkirakan akan mendatangi kedutaan untuk meminta pendampingan dan perlindungan. WNI Memiliki Latar Belakang dan Status Beragam Para WNI yang dibebaskan memiliki latar belakang yang berbeda. Sebagian mengaku terlibat dalam aktivitas penipuan daring selama bertahun-tahun, sementara yang lain baru beberapa bulan berada di Kamboja. Kondisi administrasi mereka juga bervariasi, mulai dari masih memegang paspor hingga paspornya ditahan sindikat, serta izin tinggal yang sudah kedaluwarsa maupun masih berlaku. Korban Menceritakan Tekanan dan Kerja Paksa Tanpa Upah Kantor berita AFP melaporkan sejumlah WNI terlihat mengantre di luar Kedutaan Besar RI di Phnom Penh sambil membawa koper. Seorang pemuda berusia 18 tahun asal Sumatera mengaku melarikan diri dari kompleks penipuan di Kota Bavet dekat perbatasan Kamboja–Vietnam. Ia menyebut sindikat memaksanya menipu korban secara daring tanpa menerima gaji. Business 440 WNI dibebaskan dari online scam Kamboja