Beli HP Lipat Samsung Buatan Vietnam Rp 7,5 Juta, Faktanya Begini Cahaya Cinta, January 17, 2026January 22, 2026 Polisi India Bongkar Penjualan HP Lipat Samsung Palsu Rp 7,5 Juta Berlabel Vietnam Aparat Menggerebek Sindikat Perakit Ponsel Palsu di New Delhi New Delhi – Kepolisian India membongkar sindikat pemalsuan ponsel pintar yang menjual perangkat menyerupai Samsung Galaxy premium dengan harga murah. Dalam penggerebekan di kawasan Karol Bagh, New Delhi, polisi menyita lebih dari 500 unit ponsel Samsung Galaxy palsu dan menangkap empat tersangka yang terlibat dalam perakitan serta distribusi. Petugas menemukan ratusan ponsel tiruan bersama komponen elektronik dan alat perakitan. Polisi menilai operasi tersebut telah berjalan sistematis dengan skala produksi yang cukup besar untuk menyasar konsumen kelas menengah. Sindikat Mengimpor Komponen dari China dan Merakit Secara Ilegal Hasil penyelidikan awal menunjukkan sindikat mengimpor komponen utama seperti motherboard, kamera, baterai, dan rangka dari luar negeri, terutama China. Para pelaku kemudian merakit komponen tersebut secara ilegal agar menyerupai ponsel premium Samsung. Mereka meniru desain dan tampilan seri kelas atas, termasuk Galaxy S Ultra serta ponsel lipat Galaxy Fold dan Galaxy Flip. Dengan tampilan yang sangat mirip, perangkat palsu itu sulit dibedakan secara kasat mata oleh konsumen awam. Pelaku Menempelkan IMEI Palsu Berlabel Made in Vietnam Untuk mengelabui pembeli dan menghindari kecurigaan jaringan seluler, pelaku menempelkan stiker IMEI palsu dengan label “Made in Vietnam”. Modus ini digunakan agar ponsel terlihat seperti produk resmi yang diproduksi di fasilitas manufaktur Samsung. Langkah tersebut juga dimaksudkan untuk menambah kepercayaan konsumen, mengingat Vietnam dikenal sebagai salah satu basis produksi ponsel Samsung untuk pasar global. Harga Murah Membuat Konsumen Tergiur Di pasar India, harga ponsel Samsung asli untuk seri premium dan lipat bisa melampaui US$1.200. Sebaliknya, ponsel palsu buatan sindikat ini dijual sekitar US$450 atau setara Rp 7,5 juta. Selisih harga yang besar membuat banyak konsumen tergiur tanpa menyadari bahwa perangkat yang dibeli merupakan barang tiruan. Polisi menilai faktor harga menjadi kunci utama keberhasilan sindikat menarik korban. Polisi Mendalami Jaringan dan Rantai Pasok Kepolisian India masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk pemasok komponen dan jalur distribusi lintas negara. Aparat juga mengingatkan konsumen agar lebih waspada terhadap ponsel berharga murah dengan klaim spesifikasi premium. Kasus ini menegaskan risiko keamanan konsumen di pasar ponsel global, terutama terkait peredaran perangkat palsu yang menyerupai produk resmi. Business hp samsung palsu made in vietnam