Batik Air Minta Publik Waspada Penipuan Kerja Buntut Wanita Nyamar Pramugari Cahaya Cinta, January 17, 2026January 22, 2026 Batik Air Mengimbau Publik Waspada Penipuan Kerja Usai Kasus Pramugari Gadungan Batik Air Menegaskan Rekrutmen Hanya Lewat Kanal Resmi Batik Air menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk waspada terhadap penipuan kerja yang mengatasnamakan maskapai tersebut. Imbauan ini muncul setelah viral kasus Khairun Nisa yang menyamar sebagai pramugari Batik Air dan terungkap sebagai korban penipuan berkedok rekrutmen kerja. Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihanto, menegaskan seluruh informasi lowongan kerja hanya disampaikan melalui kanal resmi perusahaan. Ia meminta publik tidak mudah percaya pada pihak yang mengaku sebagai karyawan atau perwakilan Batik Air di luar jalur resmi. Batik Air Mengingatkan Modus Penipuan Berkedok Awak Kabin Danang menjelaskan penipuan kerap dilakukan dengan meminta sejumlah uang, data pribadi, atau menawarkan pekerjaan tanpa prosedur yang jelas. Menurutnya, Batik Air tidak pernah memungut biaya dalam proses rekrutmen dan tidak menggunakan perantara tidak resmi. Ia mengajak masyarakat bersikap cermat agar tidak menjadi korban penipuan serupa. Batik Air juga mendorong publik untuk melakukan verifikasi sebelum menanggapi tawaran kerja yang mencurigakan. Batik Air Menyatakan Atribut yang Dipakai Bukan Perlengkapan Resmi Batik Air memastikan atribut yang dikenakan Khairun Nisa bukan perlengkapan resmi awak kabin. Danang menyebut kru Batik Air bertindak cepat dan profesional saat menemukan kejanggalan dalam penerbangan rute Palembang–Jakarta pada 6 Januari 2026. Kru melakukan pengamatan dan konfirmasi sesuai prosedur, lalu melaporkan kejadian tersebut kepada Aviation Security setelah pesawat mendarat dengan aman di Bandara Soekarno-Hatta. Polisi Menyebut Khairun Nisa Korban Penipuan Rp 30 Juta Sebelumnya, polisi mengungkap Khairun Nisa menjadi korban penipuan dengan janji bisa diterima sebagai pramugari setelah membayar Rp 30 juta. Setelah uang diserahkan, pelaku menghilang dan tidak dapat dihubungi. Karena merasa malu kepada keluarga, Nisa kemudian berpura-pura telah bekerja sebagai pramugari dan membuat unggahan palsu di media sosial. Polisi menegaskan tindakan tersebut bermula dari tekanan psikologis akibat penipuan yang dialaminya. Business Batik Air waspada penipuan kerja