Awal Mula Musisi Ini Kena Tipu Rp 1,4 M untuk Bawa Sheila On 7 ke Malaysia Cahaya Cinta, January 17, 2026January 22, 2026 Musisi Malaysia Ungkap Awal Mula Dugaan Penipuan Konser Sheila On 7 Senilai Rp 1,4 Miliar Seorang musisi sekaligus promotor asal Malaysia, Ariff Bahran, mengungkap dugaan penipuan yang membuatnya merugi hingga RM 425 ribu atau setara Rp 1,4 miliar. Kasus ini bermula dari niat Ariff membawa band Sheila On 7 menggelar konser di Malaysia, namun rencana tersebut justru berujung masalah sejak 2024. Ariff membeberkan kisah itu melalui video yang diunggah di akun Instagram @capricedaddycap. Dalam rekaman yang beredar pada akhir Desember 2025 tersebut, Ariff menjelaskan kronologi kejadian sekaligus meminta perhatian publik agar persoalan itu mendapat kejelasan. Ariff Bahran Mengaku Dijanjikan Akses Langsung ke Manajemen Band Ariff menyampaikan bahwa dirinya mentransfer sejumlah uang kepada pihak yang mengklaim mampu menghubungkannya langsung dengan manajemen Sheila On 7. Ia mengaku percaya karena selama ini kerap bekerja sama dengan promotor untuk berbagai acara musik di Malaysia. Setelah kesepakatan tercapai, Ariff melunasi pembayaran yang diminta sejak tahun lalu. Namun, seiring waktu berjalan, tidak ada perkembangan konkret terkait realisasi konser Sheila On 7 di Malaysia. Janji yang semula disampaikan pun tidak pernah terwujud. Konser Batal dan Dana Tidak Kunjung Dikembalikan Masalah semakin serius ketika uang yang telah dibayarkan Ariff tak kunjung dikembalikan. Padahal, menurut pengakuannya, pihak promotor sempat menyatakan kesediaan untuk mengembalikan dana tersebut. Dalam pernyataannya, Ariff menegaskan bahwa sudah lebih dari satu tahun ia dan rekan-rekannya menunggu penyelesaian. Ia menyebut total dana yang terlibat mencapai RM 425 ribu dan melibatkan beberapa pihak yang ikut menanamkan modal. Korban Memilih Memviralkan Kasus Demi Percepatan Penyelesaian Ariff menegaskan langkah memviralkan kasus ini bukan bertujuan mencari sensasi atau popularitas. Ia menyebut publikasi dilakukan sebagai upaya terakhir agar persoalan tersebut mendapat perhatian dan segera diproses secara serius. Ia juga mengungkap tekanan yang dirasakan dirinya dan para rekan setelah gagal menggelar konser dan kehilangan dana dalam jumlah besar. Hingga kini, Ariff masih menunggu itikad baik dari promotor yang disebut bertanggung jawab atas kegagalan tersebut. Kasus ini kembali menyoroti maraknya dugaan penipuan dalam penyelenggaraan konser musik lintas negara. Ariff berharap pengalaman pahit yang dialaminya dapat menjadi pelajaran bagi pelaku industri musik agar lebih berhati-hati dalam menjalin kerja sama bisnis. Business penipuan konser sheila on 7 malaysia