Meta Diduga Biarkan Iklan Judi dan Pornografi demi Cuan Rp 50 Triliun Cahaya Cinta, January 17, 2026January 22, 2026 Meta Diduga Membiarkan Iklan Judi dan Pornografi Demi Meraup Rp 50 Triliun Meta kembali menjadi sorotan setelah laporan investigatif mengungkap dugaan pembiaran iklan judi online, penipuan, dan pornografi demi menjaga pendapatan iklan. Perusahaan induk Facebook dan Instagram itu disebut memperoleh keuntungan besar dari iklan ilegal yang sebagian besar berasal dari pengiklan China, meski platform Meta dilarang beroperasi di negara tersebut. Laporan yang diungkap Reuters dan dikutip Asahi Shimbun pada Minggu, 28 Desember 2025, menyebut Meta membukukan pendapatan iklan sekitar USD 18 miliar sepanjang 2024 dari pengiklan asal China. Angka itu setara lebih dari 10 persen total pendapatan global Meta dalam setahun. Dokumen Internal Mengungkap Kontribusi Iklan Terlarang Dokumen internal Meta menunjukkan sekitar 19 persen dari pendapatan iklan tersebut diduga berasal dari iklan terlarang. Nilainya ditaksir melebihi USD 3 miliar atau setara Rp 50 triliun. Iklan tersebut mencakup promosi judi ilegal, penipuan daring, hingga konten pornografi yang menargetkan pengguna lintas negara. Praktik ini berdampak luas secara global. Warga Taiwan dilaporkan menjadi sasaran penjualan obat palsu, sementara pengguna di Amerika Serikat dan Kanada terjerat berbagai skema penipuan finansial melalui iklan di platform Meta. Meta Membentuk Tim Pemantau Iklan Ilegal Menanggapi lonjakan iklan bermasalah, Meta membentuk tim khusus pada paruh kedua 2024 untuk memantau aktivitas iklan ilegal dari China. Langkah ini sempat menurunkan kontribusi iklan bermasalah hingga ke level 9 persen dari total pendapatan iklan terkait. Namun, dokumen yang sama menyebut CEO Meta Mark Zuckerberg meminta penundaan kerja tim tersebut. Tak lama kemudian, tim anti-penipuan itu dibubarkan. Setelah pembubaran, iklan judi dan penipuan asal China kembali meningkat sepanjang 2025, dengan kenaikan pendapatan iklan sektor itu mencapai 16 persen. Meta Mengklaim Terus Memperkuat Sistem Keamanan Juru bicara Meta, Andy Stone, menyatakan tim pemantau tersebut memang bersifat sementara. Ia menegaskan Meta berkomitmen mengembangkan sistem deteksi yang lebih canggih untuk menghadapi pola penipuan yang terus berubah. Meta juga mengklaim telah menghapus 46 juta iklan berbahaya asal China dalam 18 bulan terakhir. Perusahaan menyebut pendekatan teknis, kerja sama dengan mitra industri, serta koordinasi dengan aparat penegak hukum menjadi fokus utama untuk melindungi pengguna dari kejahatan daring. Business Meta iklan judi pornografi