70 Persen PMI Konsumtif, Menteri P2MI Ingatkan Kelola Gaji dengan Bijak Cahaya Cinta, January 8, 2026 Menteri P2MI Ingatkan Pekerja Migran Kelola Gaji Secara Bijak Mukhtarudin Luncurkan Buku Saku Literasi Keuangan bagi PMI Jakarta – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meminta para Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk mengelola gaji mereka dengan bijak dan menghindari pola konsumtif. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato pada agenda Peringatan Hari Pekerja Migran Internasional 2025 dengan tema “Satu Cahaya Ribuan Kisah, Solidaritas Migran untuk Kemanusiaan” di TMII, Jakarta Timur, Kamis (18/12/2025). Data KP2MI Tunjukkan 70 Persen PMI Belum Produktif Mukhtarudin menekankan bahwa hasil data KP2MI memperlihatkan 70 persen PMI masih bersikap konsumtif dan belum produktif dalam mengelola gaji. Ia menegaskan pentingnya membiasakan diri untuk menabung, berinvestasi, dan mempersiapkan modal usaha saat kembali ke kampung halaman. “Kami harap para pekerja migran memiliki tabungan, investasi, dan modal usaha setelah pulang,” ucap Mukhtarudin. Menteri P2MI Ingatkan Risiko Penyalahgunaan Data Selain pengelolaan gaji, Mukhtarudin juga mengingatkan PMI untuk menjaga keamanan identitas dan dokumen penting, termasuk paspor dan nomor identitas, agar tidak disalahgunakan untuk penipuan, pinjaman online, atau pencucian uang di luar negeri. Ia menekankan bahwa kelalaian dalam menjaga data dapat menimbulkan masalah hukum dan kerugian bagi pekerja migran. “Hati-hati, data kita bisa digunakan untuk kejahatan di negara lain,” tegasnya. Literasi Keuangan Jadi Kunci Kemandirian PMI Mukhtarudin berharap peluncuran Buku Saku Literasi Keuangan dapat meningkatkan kesadaran para PMI dalam mengelola keuangan secara bijak. Ia menegaskan literasi keuangan menjadi modal penting bagi pekerja migran untuk membangun masa depan yang lebih stabil, termasuk memiliki tanggungan, investasi, dan persiapan ekonomi yang matang. Pemerintah Dorong Pekerja Migran Bijak dan Aman Dengan langkah ini, pemerintah ingin memastikan PMI tidak hanya produktif secara finansial, tetapi juga terlindungi dari risiko penipuan dan penyalahgunaan data. Edukasi keuangan dan keamanan data menjadi fokus utama untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian pekerja migran di masa mendatang. Business