Hati-hati Modus Penipuan Segitiga Saat Jual Kendaraan, Begini Skemanya Cahaya Cinta, January 8, 2026 Waspada Modus Penipuan Segitiga Saat Menjual Kendaraan Bogor – Penipuan segitiga dalam jual beli kendaraan masih marak dan menimbulkan kerugian bagi penjual maupun pembeli. Modus ini biasanya memanfaatkan transaksi yang tampak sah dan perantara palsu untuk menipu kedua pihak. Penipuan Segitiga Terjadi pada Transaksi Jual Mobil Bekas Fikry Nurrahman, seorang penjual asal Bogor, hampir menjadi korban penipuan segitiga saat menjual Honda Civic FD. Ia memasang iklan di berbagai platform jual beli dan awalnya menerima pesan dari calon pembeli yang tampak normal. “Awalnya calon pembeli hanya mengirim screenshot iklan dan menanyakan ketersediaan mobil,” ujar Fikry. Ia kemudian mengirim foto mobil dan STNK kepada penipu, karena merasa belum ada yang mencurigakan. Perantara Palsu Menjanjikan Pembeli Tambahan Setelah itu, penipu mengaku memiliki calon pembeli lain dan menawarkan harga lebih tinggi, yaitu Rp 90 juta, dari harga kesepakatan Rp 89 juta. Fikry menyetujui dan mengatur pertemuan langsung dengan calon pembeli yang diklaim berada di Bekasi. Calon Pembeli Diminta Transfer ke Penipu Penipu meminta pembayaran dilakukan ke rekeningnya, bukan ke Fikry, sehingga transaksi tersebut sudah menimbulkan kecurigaan. Jika transaksi diteruskan, Fikry berisiko dirugikan dan terjadi konflik antara pembeli dan penjual. Transaksi Batal dan Pelajaran untuk Penjual Saat calon pembeli datang, ternyata ia diinformasikan bahwa mobil dijual dengan harga Rp 60 juta karena harus segera dilunasi. Transaksi akhirnya dibatalkan, dan Fikry serta calon pembeli hampir mengalami kerugian. Fikry mengingatkan para penjual kendaraan agar selalu waspada terhadap modus penipuan segitiga yang memanfaatkan transaksi online dan perantara palsu. Selalu lakukan verifikasi sebelum menyerahkan kendaraan atau dokumen penting kepada pihak ketiga. Penipuan segitiga menjadi ancaman nyata dalam jual beli kendaraan, terutama mobil bekas. Penjual harus menolak permintaan pembayaran melalui pihak ketiga dan memastikan seluruh transaksi dilakukan langsung dengan pembeli resmi. Waspada dan teliti menjadi kunci agar terhindar dari kerugian. Business