Marak Penipuan, Transjakarta Tegaskan Tak Pungut Biaya dalam Rekrutmen Pegawai Cahaya Cinta, January 8, 2026 Transjakarta Tegaskan Tidak Ada Biaya dalam Rekrutmen Pegawai Jakarta – PT Transjakarta menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen pegawai tidak memungut biaya apapun dari calon pelamar. Pernyataan ini muncul menanggapi kasus penipuan lowongan kerja yang menjerat pencari kerja sebagai pramugara dan sekuriti Transjakarta di Jakarta Selatan. Transjakarta Larang Pembayaran dalam Rekrutmen Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan, “Transjakarta tidak pernah meminta biaya dari pelamar selama seluruh tahapan seleksi dan rekrutmen berlangsung.” Ia menegaskan, setiap informasi yang meminta uang jaminan atau biaya rekrutmen merupakan penipuan. Hanya Mengandalkan Kanal Resmi untuk Rekrutmen Ayu menekankan bahwa masyarakat hanya boleh mempercayai informasi lowongan dari kanal resmi Transjakarta, yaitu situs resmi karier.transjakarta.co.id/lowongan dan akun LinkedIn resmi Transjakarta. Ia menambahkan, pelamar harus mengabaikan permintaan transfer dana, biaya akomodasi, atau imbalan lain yang tidak resmi. Waspada Penipuan yang Mengatasnamakan Transjakarta Pihak Transjakarta juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap lowongan pekerjaan yang mengatasnamakan Transjakarta. “Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian materiil maupun non-materiil akibat penipuan yang memanfaatkan nama Transjakarta,” ujar Ayu. Kasus Penipuan Lowongan Kerja di Jakarta Selatan Sebelumnya, seorang pria asal Bogor berinisial RP (51) ditangkap karena menipu calon pegawai Transjakarta. Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, Kompol Murodih, menyatakan, pelaku menipu 18 orang dengan janji pekerjaan sebagai sekuriti dan pramugara bus Transjakarta. Para korban diminta membayar uang antara Rp 2.000.000 hingga Rp 4.000.000, namun sampai dua pekan kemudian mereka belum juga dipekerjakan. Murodih menambahkan, pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari korban. Ia meminta agar para korban segera membuat laporan supaya kasus ini bisa ditindaklanjuti. Kasus ini menekankan pentingnya kewaspadaan pencari kerja terhadap penipuan lowongan kerja. Transjakarta menegaskan, rekrutmen resmi tidak memungut biaya dan masyarakat harus selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi untuk menghindari kerugian. Business