Heboh Penipuan WO, YLKI Minta Pemerintah Buka Posko Aduan Cahaya Cinta, January 8, 2026 YLKI Dorong Pemerintah Buka Posko Aduan Korban Penipuan Wedding Organizer Jakarta, Indonesia – Publik heboh akibat kasus penipuan oleh Wedding Organizer (WO) yang menyebabkan banyak pasangan pengantin merugi. Bahkan pada hari H, catering yang sudah dibayar tidak datang sesuai janji, menimbulkan kekecewaan besar di kalangan konsumen. YLKI Kecam Tindakan WO yang Tidak Bertanggung Jawab Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengecam tindakan WO yang merugikan konsumen. Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo, menilai kasus ini adalah fenomena gunung es. Ia menjelaskan bahwa lemahnya perlindungan konsumen di sektor jasa dan tidak adanya kanal pengaduan membuat kasus serupa terus terjadi tanpa penyelesaian konkret. Bahkan, dugaan sementara menyebut praktik ini menggunakan skema ponzi terencana. Permintaan Posko Pengaduan untuk Konsumen YLKI meminta pemerintah segera membuka posko pengaduan WO. Posko ini bertujuan untuk menginventarisir kasus penipuan, memfasilitasi penyelesaian sengketa, dan membantu pemulihan kerugian konsumen. “Posko pengaduan akan sangat berguna bagi konsumen yang mengalami kasus serupa namun masih bingung harus melapor ke mana,” ujar Rio. Fenomena Penipuan WO di Jakarta Kasus WO di Jakarta Utara menunjukkan bahwa hingga 87 pasangan calon pengantin mengalami kerugian. Para korban membayar lunas jasa WO, namun pihak WO menghilang menjelang hari H, meninggalkan korban kecewa dan dirugikan secara finansial. Kasus ini menjadi perhatian serius karena menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap jasa pernikahan di Indonesia dan perlunya mekanisme hukum yang lebih tegas. Kesimpulan YLKI menegaskan pentingnya perlindungan konsumen di sektor jasa, terutama dalam kasus penipuan WO. Pemerintah diharapkan menyediakan jalur resmi untuk pengaduan dan mendukung pemulihan kerugian konsumen agar kasus serupa tidak terus terulang. Business