Anggota DPRD Tabanan Dipolisikan Atas Dugaan Penipuan Rp 754,9 Juta Cahaya Cinta, January 8, 2026 Anggota DPRD Tabanan Dipolisikan atas Dugaan Penipuan Rp 754,9 Juta Denpasar – I Nyoman Wiyarsa alias Nang Raka, anggota DPRD Tabanan, bersama rekannya I Made Arta Wiguna, kini menghadapi laporan polisi atas dugaan penipuan senilai Rp 754,9 juta. Laporan itu dilayangkan oleh Desak Putu Karyawati (41) ke Polda Bali. Desak menjelaskan, “Saya melaporkan Pak Nang Raka dan temannya Pak Wiguna. Namun di surat tanda terima laporan polisi baru tercantum Pak Wiguna, sedangkan Pak Nang Raka akan menyusul,” ujarnya. Awal Mula Dugaan Penipuan Desak mengenal Wiguna melalui media sosial pada awal Januari 2024. Selanjutnya, Wiguna mengajak Desak berbisnis beras dari pabrik gabah mangkrak di Tabanan. Setelah beberapa komunikasi online dan pertemuan tatap muka, Desak menyetujui tawaran tersebut. Wiguna meminjam uang pertama Rp 10 juta dari Desak. Ia terus meminjam hingga total mencapai Rp 405 juta dengan alasan mengembangkan bisnis beras. Namun, bisnis itu tidak pernah terealisasi hingga 15 Maret 2025. Peran I Nyoman Wiyarsa Pada Mei 2024, Wiguna memperkenalkan Desak kepada Nang Raka. Saat pertemuan pertama, Nang Raka langsung meminjam uang Rp 40 juta, meski Desak sempat menolak. Akhirnya, Desak memberikan Rp 30 juta dengan jaminan motor dan janji pengembalian dua pekan berikutnya dengan bunga 10%. Namun, Nang Raka tidak mengembalikan pinjaman dan kembali meminjam uang Desak dengan berbagai alasan. Total pinjaman dari Nang Raka tercatat Rp 349 juta hingga 26 Juli 2024. Upaya Hukum Desak Desak sudah mencoba menghubungi Wiguna dan Nang Raka, termasuk melayangkan dua kali somasi pada 15 Juli dan 25 Juli 2025, tetapi tidak berhasil. Akhirnya, ia melapor ke Polda Bali pada 25 September 2025. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/678/IX/2025/SPKT/POLDA BALI. Polda Bali hingga kini belum memberikan tanggapan resmi mengenai laporan ini. Polisi terus menyelidiki kasus ini untuk menindaklanjuti dugaan penipuan yang merugikan korban. Business