Tampak Kaya Raya Ternyata Gelandangan, Pria Tipu 5 Wanita Berakhir Ditangkap Cahaya Cinta, January 8, 2026 Tampak Kaya Raya, Pria Tunawisma di Shanghai Tipu Lima Wanita Jakarta – Kisah ini menjadi pengingat bahwa penampilan bisa menipu. Seorang pria tunawisma di Shanghai berhasil menipu lima wanita hanya dalam sepuluh hari dengan berpura-pura kaya raya. Polisi mengungkap kasus ini setelah menerima laporan dari salah satu korban yang menggunakan nama samaran Liu Qian. Modus Penipuan yang Mengelabui Korban Pria 36 tahun bernama Chen mengaku sebagai pemilik klub malam. Ia meminta Liu menemani makan malam dan mengunjungi berbagai tempat hiburan dengan janji bayaran tunai 3.500 yuan (sekitar Rp 8,2 juta). Keesokan harinya, Chen membawa kantong plastik hitam berisi uang tunai sekitar 50.000 hingga 60.000 yuan (Rp 118 juta – Rp 141 juta) dan meyakinkan Liu untuk meletakkannya di bawah tempat tidur karena alasan feng shui. Uang Palsu Membongkar Penipuan Liu yang hendak membayar sewa rumah akhirnya memeriksa kantong tersebut. Ia terkejut menemukan bahwa uang itu bukan uang asli, melainkan uang latihan yang biasa digunakan bank. Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa Chen sering mengunjungi tempat mewah sambil ditemani wanita berbeda, dan semua biaya ditanggung para korban. Kreativitas Pelaku Menyasar Korban Baru Untuk mencari target baru, Chen menggunakan akun kedua dan menyamar sebagai agen dalam grup obrolan. Ia menawarkan pekerjaan ‘pendamping berbayaran tinggi’ untuk menarik perhatian wanita. Saat bertemu, Chen menunjukkan tumpukan uang latihan dengan beberapa lembar uang asli di atasnya agar terlihat meyakinkan. Kembali Hidup sebagai Tunawisma Ketika tidak menemukan korban baru, Chen kembali tidur di bangku taman, menunggu kesempatan berikutnya. Akhirnya, polisi memastikan bahwa Chen menipu lima wanita dan kini ia ditahan dengan tuduhan penipuan. Reaksi Masyarakat dan Media Sosial Kasus ini memicu banyak komentar di media sosial Tiongkok. Beberapa warganet mengagumi keberanian Chen, sementara yang lain mengingatkan bahwa uang seharusnya tidak untuk dipamerkan kepada wanita, melainkan digunakan dengan bijak. Business